Haram

11 April, 2008

11/04/2008 07:00 WIB
Fatwa Qardhawi Soal Alkohol Jadi Kontroversi
Fitraya Ramadhanny – detikcom

“Keberadaan alkohol dalam proporsi 5 per seribu (0,5 persen) itu tidak dilarang karena itu adalah jumlah minimal, khususnya ketika itu dihasilkan dari fermentasi alami. Oleh karena itu tidak ada yang salah dengan meminum minuman itu,” tulis Qardhawi.

Editor Ash Sharq, Mahmud, menilai, fatwa Qardhawi akan membuka pintu bagi mereka yang ingin meminum alkohol dengan alasan Al Quran dan Sunnah tidak menyebutkan proporsinya. Mahmud juga menilai adalah sulit mengukur kadar alkohol dari proses fermentasi. Qardhawi kepada AFP mengatakan fatwanya menimbulkan kontroversi karena belum dipahami secara utuh. “Fatwa ini untuk merespons pertanyaan mengenai sebuah minuman berenergi yang beredar di pasaran Qatar,” tegas Qardhawi.

Dukungan datang dari mantan Dekan Fakultas Syariah Universitas Qatar, Abdul Hamid al Ansari. Kepada AFP, dia membenarkan argumen Qardhawi. ( fay / asy )
 11/04/2008 08:10 WIB
MUI Benarkan Qardhawi Soal Minuman Beralkohol
Fitraya Ramadhanny – detikcom

Ketua MUI Amidhan mengatakan harus teliti melihat konteks fatwa Qardhawi. Ulama Mesir itu menyikapi minuman berenergi di Qatar yang mengeluarkan fermentasi.
“Minuman berenergi bukan khamar, mungkin keluar fermentasinya berupa zat ethanol. Kalau kadarnya di bawah 1 persen itu ditolerir,” kata Amidhan kepada detikcom, Jumat (11/4/2008).

Minuman berenergi, menurut Amidhan, tidak dimaksudkan untuk menjadi minuman memabukkan. Angka 1 persen adalah batas yang dinilai tidak akan menyebabkan mabuk. Masyarakat harus membedakannya dengan khamar seperti arak, bir atau wine yang memang sengaja dibuat untuk memabukkan.
“Tapi kalau khamar, hadist sudah menegaskan yang memabukkan itu haram. Itu tidak mengenal proporsi, itu harus nol,” jelasnya.

Amidhan memaparkan, fermentasi alami adalah hal yang tidak bisa terhindarkan dari pengolahan sejumlah makanan. Masyarakat sudah tahu kalau duren, tape, aren, secara alami memang berfermentasi. MUI tidak mempermasalahkan fermentasi pada makanan.
“Kalau fermentasi alami dari buah dan untuk dimakan seperti tape atau duren, berapa kadarnya itu nggak soal. Duren dan tape kadarnya bisa lebih dari 5 persen,” pungkas Amidhan. ( fay / nrl )

HARAM: polapikir Jadul, gurunpasir, jamanbatu, tribal, despotism,

Menyulitkan Indonesia lepas dari belenggu keterpurukan. Disaat amerika sedang mendisain kolonisasi di Mars dan bulan, banyak energi bangsa ini terkuras membahas dan rusuh masalah yang insignifikan.

JAmanDULu: Istilah alkohol-haram yang tertulis di kitab berumur 1600 tahun, tentu saja yang diartikan adalah fermentasi makanan. Kotoran hewan manusia juga bisa dibilang fermentasi, tapi nggak dimakan. Jaman dulu belum dikenal ethanol. Tuak, brem, yoghurt, tape, tempe, tahu adalah produk makanan dengan fermentasi, demikian juga anggur. Melarang minum anggur sama dengan melarang makan tape, tempe dan tahu.

GURUN PASIR: Bahkan ada makanan yang sejak awal alkoholnya sudah ada seperti duren. Kalo jengkol dan pete tumbuh di arab, dijamin bakalan ditulis sebagai buah yang dilarang, karena bikin mabok orang laen. Demikian juga rokok.

Orang jalan digurunpasir siang-siang kalau minum bir/anggur, dijamin belum jauh berjalan  sudah tumbang. Nggak usah dilarang, orang waras digurunpasir nggak bakalan minum alkohohol/anggur. Tapi kalo di pub ditengah gurun mungkin lain ceritanya.

TRIBAL: Kalo istilah minuman beralkohol memabukkan, dinegara dingin, minuman beralkohol adalah wajib, buat melawan udara dingin. Allah akan menjadi tidak mahaadil dan tidak mahatahu kalo melarang orang muslim rusia minum vodka, karena ada tulisan arab yang DIBACA larangan minum alkohol.

DESPOTISM: menganggap orang lain sebagai lebih rendah/inferior, sehingga memutuskan sesuatu seenak udelnya tanpa memikirkan kepentingan orang lain yang merasakan efek keputusan tersebut, adalah pola pikir DESPOTSIM. Orang lain dianggap budak yang tidak punya kepentingan atau hak asasi.

Lebih penting kita bicara karsinogen, misalnya formalin dicampur ke makanan; zat pewarna pada makanan, herbisida pada sayuran. Agamawan akan tampak idiot kalau menyinggung masalah ini.

Apalagi kalau bicara beras vs gandum. Beras itu unggul  di daerah tropis, gandum di sub tropis. Demi kepentingan petani Indonesia (beras), bukannya petani Amerika atau Australia (gandum), kita harus PERANG bagaimana caranya beras bisa mendunia. Mulai dari produktivitas dan konsumsinya. Agamawan cuma mampu bicara roti dan supermie itu tidak haram, tidak sadar Indonesia menyumbang perekonomian Amerika dan Australia saat makan roti dan supermie.

Hal yang sama tentang tahu dan tempe, makanan nasional bangsa, bukannya berjuang ke swasembada kedele, eh malah ribut alkohol yang tidak signifikan. Akibatnya ketergantungan akan kedele impor semakin besar.


Agamawan, Ilmuwan dan Sejarah Agama Dunia

9 April, 2008

Saat mengomentari artikel di www.retorika.wordpress.com

saya upload aja sekalian komentar tsb.

 

……Keberhasilan kaum Katolik roma menguasai Iberian peninsula dari tangan Muslim menjadi titik tolak kebangkitan bangsa eropa dari Dark Ages
Pada akhirnya bangsa eropa berkat “jasa” ilmuan Islam berhasil menjadi bangsa termaju …

Renaisance (1450an) menandai kebebasan berpikir dari belenggu dogma agama (Kristen), yg ditandai oleh guttenberg dg membuat mesin cetak, untuk nyetak alkitab. Renaisance memungkinkan terjadinya revolusi industri di inggris 1800, dan era inforamasi.

Tetapi mengatakan ‘eropa merampas’ dan ‘jasa ilmuwan islam’, itu ngawur. Pendapat tsb didasarkan pada khotbah agamawan, yg notabene ribuan tahun mengungkung kebebasan berpikir

Peradaban (agama) dunia pra-Kristen, terbagi dalam 3 kelompok besar: Pagan (eropa dan sekitarnya termasuk Yunani), Zoroanism (mesir, asia arab dskt), dan Jahudi. Th 50-an Kristen berkembang di Yerusalem-jahudi, sangat pesat. Saat itu Kekuatan utama adalah Romawi, dg penguasanya mayoritas menganut pagan.

Budaya arab yg beragama zoroanism (mis dewa baal mesir), sudah memilki teknogi yang unggul di banyak bidang, algebra, astronomi, arsitek, kedokteran (lambang ular dr mesir) dll, krn memang diyakini peradaban awal manusia yg ditandai dg tulisan muncul th 6000 di sumeria. Sedangkan Yunani merupakan acuan budaya dari barat.
Jahudi pun memiliki budaya dan teknologi setara, tapi karena beberapa kali di genocide; oleh Persia, (hampir seluruh populasi dibawa ke babel), oleh Mesir (budak bikin piramid – lihat kis nabi yusuf), dan terakhir oleh Romawi. Kerajaan israel tidak mampu bangkit kembali

Jadi bisa dilihat jauh sebelum kristen apalagi islam, budaya timur tengah (termasuk jahudi) memang sudang berkembang pesat.

Saat romawi menguasai seluruh dunia (dunia saat itu), di wilayahnya terdapat 3 agama utama; pagan, zoroansim dan kristen (yg baru berkembang pesat menyebar dlm 300 th secara damai). Seorang bangsawan romawi Konstantin, yg kekuasaan awalnya di propinsi asia, berhasil mangalahkan rivalnya yg menguasai romawi pusat (roma), pd th 320-an. Diduga demi alasan politis, Konstantin yg pagan, menjadikan kristen sbg agama negara (adu power). Dg menjadi agama negara, kristen menyebar keseluruh pelosok seiring kekuasaan romawi. Dia juga mendirikan ibukota Romawi Timur di Konstantinopel.

Dg menjadi agama negara terjadilah kondisi natural, agama menunggangi kekuasaan dan kekuasaan menunggangi agama. Agenda penguasa beragama kristen, tidak melihat pagan dan zoroansim sbg ancaman, dpt dimaklumi pd jaman kerajaan, yg namanya raja/kaisar, otomatis diakui sebagai wakil Tuhan/Dewa. Tanpa dibujuk pun semua ‘ikut-ikutan menjadi kristen’ atau ‘asal kristen’ atau ‘lebih kristen’.

Bingung nggak ada musuh, penguasa kristen melihat kok, pusat kekuasaan ada di Roma/konstantinopel (Trinitarian), sedangkan pusat agama di Yerusalem/mesir (Arianism). Terjadilah upaya menggeser pusat agama tsb, tentunya dengan perang dogma-SKISMA (ha..ha..ha.. mirip siah vs sunni). Terbantailah pusat agama di Yerusalem, krn yg dari Roma didukung tentara. Dengan dimusnahkannya Pusat Kristen di Yerusalem/mesir oleh pasukan Romawi, terjadi kevakuman agama di timur-tengah.
Seiring menyurutnya kekuasaan romawi, Islam mulai berkembang mengisi kekosongan tsb.
Pada saat Islam berkembang ke Spanyol yg (akhirnya jadi cordoba) dan Konstantinopel (istambul sekarang), tentu saja menggunakan pedang, dan berdarah-darah.

Cat: Kesedihan penguasa Konstantinopel melihat wilayahnya dijarah habis-habisan oleh tentara Muslim, dikutip oleh Paus saat memberikan ceramah ilmiah di universitas jerman beberapa tahun lalu, memancing kemarahan umat muslim .

Cerita awal drakula pun ada yg menduga muncul pd saat tsb, bangsawan di wilayah tsb yg berhasil menahan laju serangan islam, tetapi dihianati gereja.

Jadi, yang namanya Ilmuwan Islam itu tidak ada. Yang ada Ilmuwan Arab atau Timur Tengah, dimana memang peradaban manusia berkembang sejak 6000th SM sampai sekarang. Demikian juga tidak ada Ilmuwan Kristen. Karena agama membelenggu kebebasan berpikir, dogma agama menghambat kemajuan teknologi/ilmu. Setiap ada discovery/invention oleh ilmuwan yg ‘menyenangkan’, agamawan nggak ada malunya sertamerta melacurkan lidahnya mengakui bahwa hal tsb temuan agama.

Kalau tidak percaya, lihat saja skor ilmuwan saat ini. Yang paling kredibel adalah hadiah nobel di bidang science dan kedokteran. Lihat perbandingannya antara penerima nobel science/kedokteran yang Muslim dan non-muslim. Dari sedikit (cuman 5) yg muslim itu pun sebagian di nista oleh agamawan krn dianggap sesat. Jangan dianggap yang non-muslim itu kristen, bukan. Ilmuwan tsb umumnya mendasarkan keputusannya pada fakta ilmiah, bukan khotbah/wangsit/ ilham/wahyu/penerawangan dll. Itulah kebebasan berpikir.


Sial

8 April, 2008

sial

Mengingatkan kita akan kekuasaan Tuhan


Komunikasi Modern

7 April, 2008

Komunikasi Modern

Klik, file powerpoint diatas.

Melalui TEKNOLOGI, kita memboroskan waktu dengan sangat efisien, demi efisiensi waktu.

 


Lampu Kuning – Kebijakan Pem Pusat Terisolasi

7 April, 2008

Era otonomi daerah yang tanpa arah sudah memasuki tahun ketiga pemerintahan SBY. Tidak ada   kebijakan pusat yang diaplikasikan oleh pemda yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Pempus dan pemda seolah-olah berjalan sendiri-sendiri.

Berbeda halnya dengan kebijakan yang sepenuhnya ditangan pusat, seperti moneter, sangat terasa gregetnya. Seperti ngawurnya ‘Abu Rizal Bakri’ selaku menkoekuin merusak momentum ekonomi dengan menaikkan bbm 100%, menpan/bkn/mentrans dg aturan cuti bersama yang diralat


Pensiun

7 April, 2008


Keluarga

7 April, 2008


Tekun

7 April, 2008


Ambisi

7 April, 2008


Penemuan

7 April, 2008